Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus berbenah dengan menghadirkan berbagai inovasi dalam sistem pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan. Transformasi ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pengawasan, tetapi juga untuk membangun citra lapas sebagai tempat pembinaan yang lebih humanis, produktif, dan terbuka.
Salah satu perubahan signifikan yang kini dirasakan adalah dibukanya kembali layanan kunjungan tatap muka bagi keluarga warga binaan. Fasilitas kunjungan yang sebelumnya terbatas kini telah ditata lebih baik, sehingga memberikan kenyamanan serta ruang interaksi yang lebih layak antara warga binaan dengan keluarga mereka.
Pihak lapas menilai bahwa hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Dengan adanya kunjungan tatap muka yang lebih optimal, diharapkan mampu memberikan dukungan moral yang berdampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan.

Selain peningkatan layanan kunjungan, Lapas Narkotika Pangkalpinang juga mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Warga binaan dilibatkan dalam kegiatan produktif seperti budidaya sayuran, termasuk pakcoy, serta beternak ikan lele.
Program tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu secara produktif, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras turut ditanamkan melalui kegiatan tersebut.
Meski berbagai pembenahan telah dilakukan, pihak lapas menyadari bahwa belum semua informasi tersebut tersampaikan secara luas kepada masyarakat. Minimnya publikasi membuat sejumlah upaya positif belum sepenuhnya diketahui publik, sehingga masih memunculkan persepsi yang kurang tepat.
Salah satu isu yang mencuat adalah anggapan bahwa pihak lapas membatasi komunikasi dengan media. Menanggapi hal tersebut, pihak lapas menegaskan bahwa tidak ada upaya pembatasan terhadap insan pers dalam memperoleh informasi.
Sebaliknya, lapas membuka ruang seluas-luasnya bagi media untuk melakukan peliputan secara langsung. Wartawan dipersilakan datang ke lapas dengan berkoordinasi melalui bagian kehumasan agar informasi yang disampaikan tetap akurat, utuh, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Dalam aspek pengawasan, lapas juga terus melakukan penguatan di berbagai lini untuk menjawab isu terkait penyelundupan barang terlarang. Sistem pengamanan kini dilakukan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan barang menggunakan alat pemindai hingga pemeriksaan manual yang ketat.
Jumlah personel penjagaan juga menjadi perhatian serius. Saat ini satu regu terdiri dari tujuh petugas, dan sedang diupayakan penambahan menjadi sepuluh orang guna meningkatkan efektivitas pengawasan, khususnya di titik-titik vital seperti pintu utama masuk lapas.
Selain itu, setiap barang bawaan pengunjung wajib melalui proses pemeriksaan menyeluruh tanpa pengecualian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan lapas.
Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, Lapas Narkotika Pangkalpinang berharap masyarakat dapat melihat perubahan yang tengah berlangsung secara objektif. Keterbukaan informasi, peningkatan layanan, serta penguatan pengawasan menjadi bukti komitmen lapas dalam menjalankan fungsi pembinaan sekaligus menjaga keamanan secara optimal.
Penulis: Dhea













