Dari Gereja Santa Maria, Kedekatan Kapolres Bangka Barat Jadi Gambaran Polri yang Dicintai Masyarakat

Berita, DAERAH, TNI/POLRI30 Dilihat

Mentok, kejarberita-news.com – Polisi yang dicintai masyarakat bukan hanya mereka yang hadir ketika dibutuhkan dalam persoalan keamanan, tetapi juga mereka yang mampu hadir sebagai sahabat, membangun keakraban, dan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.

Nilai itulah yang tercermin dalam kegiatan Minggu Kasih Polres Bangka Barat di Gereja Santa Maria, Kecamatan Mentok, Minggu (1/11/2026) pagi. Kehadiran Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kedekatan Polri dengan masyarakat dapat dibangun melalui perhatian, kepedulian, dan ketulusan dalam menjalin hubungan antarsesama.

Sosok Kapolres yang aktif hadir di tengah masyarakat, menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan, serta menunjukkan perhatian kepada anak-anak menjadi cerminan kepemimpinan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Jabatan tidak menjadi sekat untuk membangun keakraban, sementara perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan.

Bagi masyarakat, kehadiran seorang Kapolres yang mau datang, menyapa, dan membangun komunikasi secara langsung memiliki makna lebih dari sekadar agenda kedinasan. Ada pesan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso menyampaikan bahwa membangun kepercayaan masyarakat harus dimulai dari kedekatan dan kepedulian yang nyata.

“Polri tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Kami ingin hadir untuk semua kalangan, mendengarkan, menjalin persaudaraan, serta memberikan rasa aman tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan. Karena masyarakat bukan hanya pihak yang kami layani, tetapi juga mitra dalam menjaga keamanan dan keharmonisan,” ujarnya.

Kegiatan Minggu Kasih ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Polri tidak hanya terletak pada kewenangan dan penegakan hukum, tetapi juga pada kepercayaan serta kecintaan masyarakat yang tumbuh dari sikap humanis dan pengabdian.

Inilah makna Polisi Bersama Masyarakat: ketika kehadiran polisi tidak sekadar dirasakan sebagai aparat keamanan, tetapi diterima sebagai sahabat dan bagian dari keluarga besar masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *