Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Inovasi pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kian menunjukkan progres nyata. Memasuki penghujung tahun 2025, Lapas Pangkalpinang resmi memulai uji coba produksi tempe sebagai salah satu pilar pembinaan kemandirian berbasis ekonomi kerakyatan bagi para warga binaan.
Bukan sekadar pengisi waktu luang, program ini merupakan simulasi industri UMKM nyata. Para warga binaan dilibatkan dalam mata rantai produksi yang presisi; mulai dari pemilihan kedelai unggulan, teknik pengupasan, hingga proses fermentasi yang memakan waktu dua hari hingga ragi bekerja sempurna dan tempe siap dipasarkan.

Kalapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyatakan bahwa arah pembinaan saat ini difokuskan pada sektor yang memiliki pasar luas. Ia menekankan pentingnya pendampingan dari Seksi Kegiatan Kerja agar warga binaan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas wirausaha.
“Kami memberikan keterampilan yang benar-benar bisa diterapkan di luar sana. Produksi tempe ini adalah peluang usaha mandiri yang modalnya terjangkau namun pasarnya stabil. Ini adalah bekal hidup yang konkret bagi mereka saat menghirup udara bebas nanti,” tegas Sugeng.

Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja, Mulya Afrianto, menambahkan bahwa nilai utama dari kegiatan ini adalah edukasi karakter. Dalam setiap potong tempe yang dihasilkan, terkandung nilai disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab. Proses reintegrasi sosial pun dinilai akan lebih mudah jika warga binaan memiliki rasa percaya diri atas kemampuan ekonomi mereka.
Melalui rintisan UMKM tempe ini, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang produktif. Program berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.













