Bangka, kejarberita-news.com – Anggota Satgas Trisakti melaporkan dugaan aksi pengeroyokan yang terjadi di area perusahaan pertambangan PT Putra Prima Mineral Mandiri (PT PMM) di Kabupaten Bangka kepada Polda Kepulauan Bangka Belitung. Laporan tersebut disampaikan setelah sejumlah anggota satgas menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas pengawasan terhadap tata kelola pasir timah di daerah itu.
Satgas Trisakti diketahui mengemban tugas khusus dari Presiden Republik Indonesia terkait pengawasan dan penataan tata kelola pasir timah. Tugas tersebut difokuskan pada upaya menghentikan serta mengawasi aktivitas yang berpotensi memicu praktik penyelundupan pasir timah keluar wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Namun di tengah pelaksanaan tugas tersebut, sejumlah anggota satgas justru mengalami aksi pengeroyokan dan pengrusakan kendaraan oleh sekelompok orang tak dikenal. Insiden itu terjadi di area PT PMM yang berlokasi di Jalan Lintas Timur, Air Anyir, Kabupaten Bangka pada Sabtu (7/3).

Salah satu anggota satgas yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu secara resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (9/3).
Laporan yang dituangkan ke pihak kepolisian ini menurut salah satu anggota satgas sudah masuk dalam kategori tindak pidana karena melibatkan aksi kekerasan fisik hingga perusakan kendaraan operasional.
“Saya tidak terima, Komandan saya juga memerintahkan saya untuk melaporkan peristiwa pemukulan dan pengrusakan kendaraan yang saya alami ke Polda Babel”, Ujar salah satu anggota satgas yang enggan mempublikasikan identitasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan proses penyelidikan. Dari hasil penanganan sementara, aparat kepolisian telah menahan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait insiden tersebut.
Salah satu anggota satgas menjelaskan, dari tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya diketahui berada langsung di lokasi saat kejadian berlangsung.
“ternyata dari tiga orang tersangka, ada satu orang yang sempat berada di lokasi saat saya dipukul”, tegasnya.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden pengeroyokan yang terjadi di area perusahaan pertambangan tersebut.












