Bangka, kejarberitanews.com – Ada yang berbeda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Bangka. Tim Penyuluh Karhutla yang diturunkan dari Mabes TNI melalui Kodam II/Sriwijaya turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi sekaligus melihat kondisi wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Pada Minggu, 30 Agustus 2026, Tim Penyuluh Karhutla Wilayah Kodim 0413/Bangka melaksanakan sejumlah kegiatan di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Tim yang berjumlah 9 personel, terdiri dari 5 personel TNI AD, 2 personel TNI AL dan 2 personel TNI AU, terlebih dahulu melaksanakan briefing bersama staf Kodim 0413/Bangka di posko sebelum bergerak menuju lokasi.
Sekitar pukul 09.30 WIB, tim tiba di Desa Rebo dan melaksanakan koordinasi lapangan bersama Kepala KPH Kabupaten Bangka, H. Haji Naim.
Selanjutnya, tim memberikan penyuluhan Karhutla di kawasan Hutan Produksi (HP) kepada kelompok Tani Hutan Sosial, pengusaha swasta pengelola wisata konservasi dan religi serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan KPH.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi titik api serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.
Tidak hanya memberikan penyuluhan, Tim juga turun langsung melihat kondisi lapangan. Pada siang harinya, tim meninjau lokasi lahan pascakebakaran di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Kegiatan turun langsung ke lapangan ini menjadi bagian dari upaya TNI untuk memperoleh gambaran nyata kondisi wilayah sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Dengan kondisi cuaca yang cukup cerah, suhu berkisar 29–32°C, kelembapan 55–72 persen serta kecepatan angin 11–14 km/jam, situasi selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.
Usai melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan, tim kembali ke posko penyuluhan Karhutla pada sore hari.
Tidak berhenti di Kabupaten Bangka, kegiatan penyuluhan selanjutnya akan dilaksanakan di Desa Kulur, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, sekaligus melakukan koordinasi dengan Satgas Karhutla Kabupaten Bangka Tengah.
Kehadiran tim dari jajaran TNI di lapangan menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya persoalan penanganan ketika api sudah muncul, tetapi juga membutuhkan edukasi, deteksi dini, koordinasi dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.
TNI hadir di tengah masyarakat, bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga bersama-sama mencegah agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi













