Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Himmah Olivia, menyoroti maraknya rencana investasi pabrik kelapa sawit di Babel. Menurutnya, masuknya investor menjadi momentum penting yang harus dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui kewajiban penyediaan plasma, Senin (31/8/2026).
Himmah mengatakan, saat ini terdapat sekitar 10 perusahaan yang disebut berminat membangun pabrik sawit di Bangka Belitung, dengan enam di antaranya berada di Bangka. Ia juga mengungkapkan baru bertemu dengan dua pengusaha pabrik sawit yang berencana berinvestasi di Kabupaten Bangka Tengah.
Menurut Himmah, pemerintah daerah harus memiliki sikap yang jelas terhadap masuknya investor, sehingga pembangunan pabrik tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Dengan kejadian GMR ini, ini momentum. Momentum tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Momentum sekali, Pak,” sebut Himmah Olivia.
Ia menegaskan, perusahaan yang membangun pabrik sawit harus menjalankan kewajibannya terhadap masyarakat, salah satunya melalui penyediaan plasma sebesar 20 persen. Menurutnya, program plasma yang telah berjalan di Pilang dapat menjadi contoh bagi investasi perkebunan lainnya.
“Dengan kejadian GMR, masyarakat itu akan mendapatkan plasma. Walaupun itu utang, tetapi masyarakat mendapatkan kesejahteraan. Sudah ada gambaran dengan plasma yang sudah berjalan di Pilang,” katanya.
Himmah meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Babel memastikan kesiapan pemerintah dalam mengawal investasi tersebut. Ia menilai masyarakat saat ini menunggu agar masuknya investasi benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.
“Ini ditunggu masyarakat. Ketika orang berinvestasi akan membawa kesejahteraan kepada masyarakat kita. Kalau kita tidak siap, nanti persoalannya akan muncul,” tegas Himmah.
Ia juga mendorong pemerintah melakukan pemetaan terhadap perkebunan sawit rakyat dan perusahaan. Menurutnya, data tersebut penting untuk mengetahui potensi sektor sawit sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan mengawal kewajiban perusahaan terhadap masyarakat.
Himmah berharap momentum investasi pabrik sawit di Babel dapat dikelola dengan baik agar sektor perkebunan tidak hanya menjadi peluang investasi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi dan sumber kesejahteraan bagi masyarakat Bangka Belitung.(Lz)







