Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Meningkatnya kemunculan satwa liar berbisa di lingkungan permukiman warga membuat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pangkalpinang mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Dalam tiga bulan terakhir, laporan terkait evakuasi satwa liar tercatat cukup tinggi.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kota Pangkalpinang, Syakhron Harahap, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga saat ini, pihaknya telah menangani sebanyak 99 kasus evakuasi satwa liar.

“Keadaan evakuasi ini didominasi oleh hewan berbisa seperti ular baik yang berbisa maupun sejenisnya, lebah hingga anjing liar, memang untuk 3 bulan terakhir ini cukup sering, seperti pada Bulan Januari evakuasi yang telah kita lakukan sebanyak 32 kali, bulan Februari 34 kali dan Maret hingga saat ini terdapat 33 kali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar laporan didominasi oleh kemunculan ular berbisa seperti kobra, yang berpotensi membahayakan keselamatan warga jika tidak segera ditangani.
Selain itu, wilayah pinggiran Kota Pangkalpinang menjadi daerah dengan intensitas laporan tertinggi. Beberapa kawasan yang sering dilakukan penanganan antara lain Kerabut, Tuatunu, serta Air Mawar.

Menurut Syakhron, kondisi ini tidak terlepas dari faktor cuaca. Musim penghujan yang masih berlangsung di Kota Pangkalpinang memicu satwa liar keluar dari habitat aslinya dan masuk ke permukiman warga.
“Kami menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Kota Pangkalpinang karena ini masih musim penghujan dan biasanya hewan berbisa keluar dari sarangnya, apabila masyarakat mengalami ataupun menjumpai satwa liar yang berbisa di rumah dimohon untuk berhati-hati atau segera hubungi damkar Kota Pangkalpinang,” katanya.
Pihak Damkar juga mengingatkan agar masyarakat tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang berpotensi berbahaya, melainkan segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani secara profesional dan aman.







