Bakam, kejarberita-news.com – Sebagai salah satu wujud interaksi dan nilai kepedulian, CV Tri Mitra Resources atau yang biasa dikenal dengan CV TMR yang berdiri dibawah naungan Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan pangan berupa beras dan juga ikutserta mensupport penyelesaian pembangunan masjid Shirotol Musthaqim yang berlokasikan di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin,(24/11/2025).
Berdasarkan data lapangan, bantuan dibagi menjadi dua yakni, bantuan pangan dan bantuan materil support untuk penyelesaian pembangunan masjid. Untuk bantuan pangan, terdapat sebanyak 6000 Kg atau jika di kalkulasikan menjadi 6 Ton beras, dengan merek 118 yang berkemasan 5 Kg.

Sasaran penyaluran bantuan pangan beras ini diterima oleh 1.200 Kepala keluarga (KK), sedangkan bantuan materil untuk pembangunan masjid itu berupa 10.000 ribu keping batu batal, 1000 Sak Semen Tiga Roda dan pasir sebanyak 20 truck dengan total 80 kubik.
Sementara itu, Surono selaku Kades Bukit Layang sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak penyalur bantuan, karena mau memperhatikan masyarakat dengan ditunjukan oleh kepedulian nyata.
“Sebagai yang mewakili pemerintah desa sekaligus seluruh masyarakat Bukit Layang, kami sangat berterima kasih karena perusahaan telah peduli dengan menyalurkan bantuan fisik, tentu saja penyaluran akan tepat sasaran,” ucap Suryono.

Selain itu, Suryono juga sempat menyinggung mengenai bantuan kedua, yakni bantuan materil untuk penyelesaian pembangunan masjid.
“Disini saya juga mewakili panitia pembangunan masjid, tentu ini adalah bantuan ganda yang diterima perorangan atau kemaslahatan bersama, harapan saya semoga nanti bisa saling berjalan beriringan dan CV TMR juga menjadi semakin berjaya,” tambahnya.
CV Tri Mitra Resources (TMR) adalah sebuah perusahaan mitra penambangan timah PT Timah Tbk yang beroperasi di wilayah Bangka, khususnya di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.
Perusahaan ini dikenal karena aktivitas penambangannya di area tersebut, yang juga melibatkan beberapa konflik dengan masyarakat penambang lokal, yang kemudian diselesaikan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Bangka Belitung.







