Air Kepala Tujuh, kejarberita-news.com – Upaya mendorong kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkalpinang. Wilayah yang dikenal rawan terhadap persoalan sampah liar ini kini mulai bergerak melalui berbagai langkah nyata yang melibatkan langsung masyarakat.
Kelurahan Air Kepala Tujuh menjadi salah satu dari banyak wilayah di Pangkalpinang yang menghadapi persoalan sampah. Menyikapi hal tersebut, pihak kelurahan mengambil langkah proaktif dengan mendorong sekaligus menanamkan kesadaran kepada warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Lurah Air Kepala Tujuh, Basori Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya sebatas memberikan imbauan, tetapi juga menghadirkan contoh nyata kepada masyarakat.
“Terkait dengan pemanfaatan lahan di belakang kantor saat ini kita bertanam, kita jadikan sebagai kebun berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK dan juga PKWT, di sini ada hidroponik, cabai, laos, kunyit dan tanaman lainnya. Dari ini ibu-ibu bisa menyebarkan ataupun menularkan kemampuannya kepada masyarakat yang ada di lingkungannya,” ujarnya.
Selain pemanfaatan lahan yang notabene mendukung program pemerintah adalah hal ketahanan pangan, pihak kelurahan juga mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna.
“Ini sebagai upaya memberikan contoh selain sosialisasi dan edukasi yang telah berkolaborasi dengan komunitas pondok pemuda kreasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah, karena sampah organik diarahkan untuk dimanfaatkan kembali seperti diolah menjadi kompos dan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman,” tambahnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat agar lebih mudah diterapkan di lingkungan masing-masing, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) khususnya sampah liar.
Basori berharap, upaya yang dilakukan pihaknya dapat menjadi gerakan awal yang mampu menggerakkan kesadaran masyarakat secara luas dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, jika pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, maka volume sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Penulis: Eji







