Khutbah Jumat di Masjid Sahbilul Muhtadin Bukit Merapin Bahas Ujian Hidup dan Hakikat Kehidupan

Berita, DAERAH5 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberita-news.com — Khutbah Sholat Jumat di Masjid Sahbilul Muhtadin, Bukit Merapin, berlangsung khidmat dengan mengangkat tema “Ujian Hidup dan Hakikat Hidup”. Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah rangkaian ujian dari Allah SWT yang harus dijalani dengan penuh keimanan, kesabaran, dan ketakwaan.

Khatib mengawali khutbah dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 2:

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.”(QS. Al-Mulk: 2)

Ayat tersebut menegaskan bahwa hidup dan mati diciptakan sebagai sarana ujian, bukan sekadar perjalanan tanpa tujuan. Setiap fase kehidupan memiliki nilai ujian yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan klasifikasi ujian hidup yang dialami manusia. Pertama, ujian berupa kesulitan, seperti sakit, kemiskinan, kehilangan, dan musibah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah: 155)

Ujian ini bertujuan melatih kesabaran dan keikhlasan seorang hamba agar tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Kedua, ujian berupa kenikmatan, seperti harta, jabatan, kesehatan, dan keberhasilan hidup. Khatib menegaskan bahwa kenikmatan juga merupakan ujian berat, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Anbiya ayat 35:

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.(QS. Al-Anbiya: 35)

Kenikmatan menuntut rasa syukur dan tanggung jawab agar tidak melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT.

Ketiga, ujian dalam bentuk pilihan antara ketaatan dan kemaksiatan. Setiap manusia diuji melalui keputusan hidup sehari-hari, apakah tetap berada di jalan Allah atau tergelincir dalam larangan-Nya. Khatib mengingatkan firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 56:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (QS. Az-Zariyat: 56)

Ayat tersebut menegaskan bahwa hakikat hidup seorang muslim adalah beribadah kepada Allah SWT, bukan semata mengejar kesenangan dunia.

Menutup khutbah, khatib mengajak jamaah untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta menghadapi setiap ujian hidup dengan sabar, syukur, dan tawakal. Ujian hidup dipahami bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk mengangkat derajat hamba-Nya.

Pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Sahbilul Muhtadin Bukit Merapin berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Pesan khutbah tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi jamaah agar memahami ujian hidup secara bijak dan menjalani kehidupan sesuai dengan hakikat penciptaan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *