Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Di tengah tekanan efisiensi akibat defisit anggaran, kondisi keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kian menjadi sorotan. Paradoks pun mencuat, di mana daerah yang dikenal kaya sumber daya alam justru dinilai masih menghadapi persoalan kesejahteraan.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Babel, Rina Tarol, menyebut Bangka Belitung sebagai daerah “kaya tapi miskin”. Hal ini tidak terlepas dari belum optimalnya pengelolaan potensi daerah, termasuk adanya kebocoran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, kebocoran PAD menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi fiskal daerah, terlebih di tengah situasi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
Meski demikian, Rina mengaku optimistis bahwa Pemerintah Provinsi Babel di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani mampu melakukan pembenahan, termasuk menutup celah kebocoran serta meningkatkan pendapatan daerah melalui berbagai inovasi.
“Karena Bangka Belitung sebenarnya kaya tapi miskin, dan ini kami sangat percaya pak Gubernur mampu untuk mengejar itu semua, Insyaallah ke depan ekonomi di Babel bisa lebih baik dan kebocoran-kebocoran yang ada di Babel bisa kita tutup seminimal mungkin walau tidak bisa 100 persen tapi minimal berkurang banyaklah,” ujar Rina.
Ia menambahkan, optimalisasi PAD menjadi langkah penting agar kekayaan daerah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh segelintir pihak.
Rina juga berharap pengelolaan sumber daya alam di Bangka Belitung dapat dilakukan secara lebih adil dan transparan. Dengan demikian, masyarakat sebagai pemilik sah kekayaan daerah dapat menikmati hasilnya secara merata.
“Harapannya, kekayaan alam yang dimiliki Babel ini benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat Bangka Belitung, bukan hanya dikuasai oleh kelompok tertentu,” pungkasnya.
Penulis: Eji







