Nusakambangan, kejarberita-news.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, turut mendampingi secara langsung pelaksanaan kegiatan pengarahan dari Tim Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP) di Pulau Nusakambangan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan jajaran pemasyarakatan, khususnya dalam hal pembimbingan kemasyarakatan dan pembinaan narapidana berbasis keadilan restoratif, Selasa (22/07).
Dipimpin oleh Dr. Muhammad Rullyandi selaku Tenaga Ahli Utama KSP, kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan Ditjen PAS, Dr. Ceno Hersusetio Kartiko, Bc.IP., S.H., M.H., serta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap beserta jajaran struktural lainnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Wismasari Nusakambangan ini menitikberatkan pada sinergi lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan pembimbingan kemasyarakatan dan pembinaan narapidana, serta mengoptimalkan peran Nusakambangan sebagai pusat pembinaan terpadu di Indonesia.
Dalam arahannya, Dr. Muhammad Rullyandi menegaskan pentingnya kolaborasi kebijakan antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan KSP sebagai dasar penguatan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Nusakambangan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat pemasyarakatan, tetapi juga sebagai laboratorium kebijakan pembinaan nasional. Maka sinergi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat fungsi ini,” ujar Rullyandi.
Sementara itu, Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan Ditjen PAS, Dr. Ceno Hersusetio Kartiko, menekankan komitmen kuat institusinya dalam menghadirkan pendekatan pembinaan yang humanis dan berbasis keadilan restoratif, melalui penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Asisten PK.
“Kami terus mendorong pendekatan yang humanis dan berbasis keadilan restoratif dalam pembinaan warga binaan. Kehadiran KSP menjadi penguatan nyata bahwa arah kebijakan pemasyarakatan berada di jalur yang tepat,” tutur Dr. Ceno.







