Pangkalpinang, kejarberita-news.com — Sikap tidak pantas diduga ditunjukkan oleh seorang oknum karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bernama Taufik terhadap awak media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik. Identitas Taufik dikenali langsung oleh awak media di lapangan, terlihat dari rompi berwarna oranye yang dikenakannya saat berada di area pelabuhan. Insiden tersebut terjadi di kawasan Dermaga Pelabuhan Pangkalbalam, Rabu, (14/01/26) tepatnya di sekitar belakang Pos TNI Angkatan Laut, saat media meliput pengamanan dugaan penyelundupan timah dari wilayah Tanjung Krasak, Bangka Selatan.
Saat awak media melakukan peliputan di lokasi, Taufik tiba-tiba mendatangi tim wartawan dengan sikap arogan dan intimidatif. Dengan nada tinggi dan bahasa yang dinilai tidak mengenakan, Taufik mempertanyakan aktivitas peliputan, termasuk siaran langsung (live) yang dilakukan oleh media melalui platform TikTok. Dalam peristiwa tersebut, Taufik yang mengenakan rompi oranye khas pekerja pelabuhan tampak mendatangi awak media secara langsung di lokasi peliputan.
“Kalian ngelive? Dari media mana? Siapa yang kasih izin kalian? Jangan asal-asalan. Ini bisa menggoreng penonton. Penangkapannya bukan di sini,” ujar Taufik dengan nada menuduh, sebagaimana disampaikan oleh awak media di lokasi. Bahkan, Taufik juga mengibaratkan peliputan media seperti “masuk ke rumah orang tanpa izin.”

Padahal, kehadiran awak media di Pelabuhan Pangkalbalam bukan tanpa dasar. Tim wartawan datang ke lokasi atas arahan langsung tim satuan tugas (satgas) yang terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyelundupan timah tersebut, serta telah mengantongi izin untuk melakukan peliputan.
Salah satu wartawan yang berada di lokasi menegaskan bahwa tidak ada upaya menggiring opini ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Saya tidak ada menggoreng-goreng dalam live ini. Riwayat live TikTok saya masih ada. Kami datang atas arahan satgas dan belum memberikan konfirmasi apa pun terkait kronologi, karena kami paham kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tim media justru sedang mengumpulkan fakta dan data untuk memastikan informasi yang disampaikan ke publik akurat dan berimbang.
“Bahkan saat ada komentar dari penonton, saya tidak asal bicara. Sangat disayangkan oknum Pelindo berbicara dengan cara yang kurang pantas kepada awak media yang sedang bertugas,” lanjutnya.

Sebagai informasi, tugas pokok karyawan Pelindo pada prinsipnya adalah mendukung operasional pelabuhan, menjaga kelancaran arus barang dan penumpang, memastikan keamanan serta ketertiban area pelabuhan, dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI AL, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum lainnya. Pelindo bukan institusi yang memiliki kewenangan membatasi atau mengintervensi kerja jurnalistik, selama peliputan dilakukan sesuai hukum dan etika.
Sikap arogan Taufik pun memunculkan tanda tanya besar di kalangan jurnalis. Ada apa sebenarnya dengan oknum karyawan Pelindo ini? Mengapa menunjukkan reaksi berlebihan terhadap peliputan dugaan penyelundupan timah yang notabene merupakan kepentingan publik?
Atas kejadian tersebut, sejumlah pihak mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk turut memeriksa dan meminta klarifikasi Taufik, guna memastikan tidak ada upaya menghalangi kerja media maupun keterkaitan lain dalam kasus dugaan penyelundupan timah yang sedang ditangani aparat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pelindo maupun Kejari terkait insiden tersebut. Publik berharap aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan, serta menjamin kebebasan pers dalam mengawal kasus dugaan penyelundupan sumber daya alam yang berpotensi merugikan negara.







