BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Catat Hampir 2.000 Titik Karhutla, Edukasi Masyarakat Terus Digencarkan

Berita, DAERAH5 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menyampaikan bahwa penanganan bencana di daerah memerlukan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, BPBD berperan memberikan dukungan dalam upaya penanggulangan bencana, tetapi penanganan di lapangan juga perlu diawali dengan peran dan kesiapan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa bukan berarti BPBD tidak bekerja, melainkan memiliki peran sebagai pendukung sesuai dengan kebutuhan penanganan bencana, Selasa (13/10/2026).

Agus menjelaskan, terdapat perbedaan peran antara Basarnas dengan BPBD. Basarnas lebih berfokus pada pencarian dan pertolongan korban, sedangkan BPBD memiliki cakupan penanganan bencana yang lebih luas, mulai dari upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antarlembaga agar penanggulangan bencana dapat berjalan secara optimal.

Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bangka, tercatat hampir 2.000 titik kebakaran dengan total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 2.200 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan menunjukkan pentingnya upaya pencegahan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Agus menilai kesiapsiagaan daerah dalam mengatasi bencana sudah cukup tinggi, tetapi hal itu perlu didukung oleh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Menurut Agus, ketersediaan sarana dan prasarana, seperti unit penanggulangan bencana dan kendaraan operasional, tidak akan cukup apabila masyarakat masih kurang peduli terhadap lingkungan.

Ia menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan akibat aktivitas pembakaran.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan turut menjaga lingkungan di sekitarnya.

BPBD juga terus berupaya mengantisipasi terjadinya karhutla melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, Agus mengakui bahwa memberikan pemahaman kepada masyarakat bukanlah perkara mudah.

Diperlukan pendekatan yang berkelanjutan agar masyarakat dapat memahami risiko bencana serta mengetahui langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPBD telah melaksanakan program edukasi kebencanaan di 11 desa dan 11 sekolah selama satu tahun terakhir.

Melalui program ini, masyarakat dan para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebencanaan, termasuk pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Agus berharap kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga upaya pencegahan bencana dapat dilakukan bersama demi menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di wilayah Bangka.(Fz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *