Sungailiat, kejarberitanews.com – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi instrumen pembiayaan strategis pemerintah dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui skema ini, para pelaku usaha dapat memperoleh tambahan modal berbunga ringan dengan persyaratan yang relatif mudah, sehingga mendorong pertumbuhan serta keberlanjutan usaha di berbagai sektor. Jumat (11/09/2026).
Di Sungailiat, penyaluran KUR dijalankan melalui BRI Unit Kota II Sungailiat. Kehadiran unit layanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan kebijakan pembiayaan pemerintah dengan kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan, khususnya dalam memperkuat permodalan skala kecil.
KUR BRI menawarkan suku bunga terjangkau sekitar 6 persen efektif per tahun dengan berbagai jenis pembiayaan. Skema yang disediakan meliputi KUR Mikro hingga Rp50 juta tanpa agunan tambahan, KUR Kecil/Ritel hingga Rp500 juta, serta KUR TKI bagi calon tenaga kerja Indonesia.

Program ini ditujukan bagi pelaku usaha produktif yang telah beroperasi minimal enam bulan dengan melengkapi dokumen administrasi seperti e-KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Keterangan Usaha (SKU) atau NIB.
Dampak positif dari fasilitas ini dirasakan langsung oleh sejumlah pelaku UMKM di Sungailiat. Andri, pemilik usaha ikan hias Kayla Aquatic, mengungkapkan bahwa KUR membantu memperkuat permodalan usahanya sehingga arus stok dan penjualan menjadi lebih stabil.
“Adanya KUR ini sangat membantu usaha kami. Modal terasa lebih ringan karena tanpa jaminan, bunganya kecil, dan prosesnya cepat. Kami memilih BRI karena pelayanannya ramah dan jelas,” tutur Andri.
Nada serupa disampaikan Teddy, pemilik usaha kuliner Ayam Geprek. Menurutnya, kemudahan proses pengajuan di BRI Unit Kota II Sungailiat sangat mendukung kelancaran operasional usaha sehari-hari.
“Kami sangat terbantu oleh BRI Unit Kota II Sungailiat. Pengajuan modalnya mudah, tidak berbelit-belit, dan prosesnya cepat. Harapannya ke depan plafon dana KUR bisa terus ditingkatkan untuk mendukung pelaku usaha kecil,” ujar Teddy.

Sementara itu, Melly, pemilik rumah makan yang juga nasabah setia BRI Unit Kota II Sungailiat, menilai ketepatan sasaran pembiayaan KUR tidak lepas dari adanya verifikasi langsung ke lapangan.
“Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan KUR BRI. Prosesnya mudah dan ada survei langsung ke tempat usaha, jadi pembiayaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Melly.
Kehadiran KUR yang disalurkan melalui BRI Unit Kota II Sungailiat tidak hanya sekadar menyediakan fasilitas pembiayaan, melainkan juga menjadi motor penggerak ekosistem UMKM lokal.
Dengan akses modal yang transparan dan efisien, para pelaku usaha dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.(*)







