Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Tak berhenti pada sektor pertanian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang mulai memperluas program Kelurahan Binaan di Tuatunu Indah ke sektor perikanan. Langkah tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis untuk pembangunan dermaga beton berukuran 3 x 16 meter di kawasan Sungai Kulan, Jumat (28/8) sore, yang dihadiri Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto.
Kegiatan bersama Lurah Tuatunu Indah Iwan Bernadi, perangkat kelurahan, Lembaga Adat Melayu, perwakilan Polsek Gerunggang, dan para nelayan ini menjadi wujud sinergi Lapas dengan masyarakat. Bantuan swadaya tersebut mendukung pembangunan dermaga untuk memudahkan aktivitas nelayan, seperti tambat perahu dan bongkar muat hasil tangkapan.
“Pembangunan dermaga ini menjadi langkah awal mengembangkan potensi perikanan. Setelah pertanian, kami mendorong sektor perikanan agar lebih produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Kalapas, Sabtu (29/8).

Kalapas menegaskan bahwa keberhasilan program Kelurahan Binaan membutuhkan kolaborasi aktif bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi perikanan secara berkelanjutan.
“Lapas Pangkalpinang siap mendampingi dan membuka ruang kerja sama, mulai dari penguatan kelompok nelayan, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan agar semakin produktif dan bernilai ekonomi,” ujar Kalapas.
Sementara itu, Lurah Tuatunu Indah, Iwan Bernadi, menyambut positif langkah tersebut dan mengapresiasi sinergi yang terus dibangun Lapas Pangkalpinang bersama masyarakat.
“Dermaga ini sangat dibutuhkan para nelayan. Mudah-mudahan menjadi awal berkembangnya aktivitas perikanan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan Sungai Kulan,” katanya.

Sebagai informasi, pengembangan sektor perikanan ini merupakan kelanjutan dari berbagai program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang di Tuatunu Indah yang sebelumnya berfokus pada sektor pertanian. Program tersebut meliputi pemanfaatan kompos hasil karya Warga Binaan untuk kebun sawit dan nanas masyarakat, serta pengembangan nanas menjadi produk UMKM berupa dodol.
Selain itu, Lapas Pangkalpinang turut mengembangkan hortikultura di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, memberikan bantuan rumah panggung layak huni, serta menjalankan program cetak sawah seluas 8 hektare dan lahan percobaan seluas 1 hektare yang saat ini masih dalam proses.
Ke depan, Lapas Pangkalpinang bersama Pemerintah Kelurahan Tuatunu Indah akan mengembangkan potensi perikanan secara bertahap dan berkelanjutan. Dermaga Sungai Kulan diharapkan menjadi awal penguatan aktivitas dan usaha perikanan serta membuka peluang kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (kp)







