Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dan warga Kelurahan Tuatunu Indah bahu-membahu membangun kawasan Agro Culture lewat kegiatan gotong royong persiapan lahan di lingkungan Pesantren Manba’ul Ulum, Sabtu (6/6).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Pangkalpinang dalam menyukseskan Program Kelurahan Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor pertanian yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Selain elemen masyarakat dan aparat Kelurahan Tuatunu Indah, kegiatan gotong royong tersebut turut melibatkan personel Kepolisian Sektor (Polsek) Gerunggang, santri Pesantren Manba’ul Ulum, serta perwakilan pegawai dan peserta magang Lapas Pangkalpinang.
Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian dengan mengoptimalkan lahan tidur menjadi kawasan produktif.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa gotong royong tersebut untuk mewujudkan lingkungan yang produktif serta bermanfaat bagi masyarakat.
“Selain untuk menyiapkan lahan Agro Culture, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ungkap Sugeng.

Sugeng menambahkan, keterlibatan peserta magang dan santri Pesantren Manba’ul Ulum menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sektor pertanian serta memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat sejak usia muda.
Fokus kegiatan kali ini meliputi pembersihan lahan, perataan area tanam, serta pengukuran lahan yang akan dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas hortikultura sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan.
Sementara itu, Petugas Lapas Pangkalpinang, Suryanto, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam mewujudkan kawasan Agro Culture yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh pihak yang terlibat. Semangat kebersamaan ini menjadi modal utama dalam mewujudkan kawasan Agro Culture yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses persiapan lahan dapat berjalan dengan baik sehingga kawasan Agro Culture di lingkungan Pesantren Manba’ul Ulum dapat segera diwujudkan sebagai pusat edukasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan pendukung ketahanan pangan di Kelurahan Tuatunu Indah. (kp)







