Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengapresiasi program pembinaan kemandirian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dengan melepas pengiriman 6,5 ton kompos sekaligus meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi tempat Pembuatan Kompos, Kamis (26/3). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sumur bor guna mendukung kebutuhan air bagi Warga Binaan.
Kompos yang dikirim merupakan hasil produksi Warga Binaan melalui kerja sama dengan PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU 3 Bangka, sebagai wujud pembinaan kemandirian berbasis pemanfaatan sumber daya ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kompos berbahan dasar Fly Ash Bottom Ash (FABA) ini, khususnya Fly Ash yang bermanfaat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah, menambah unsur hara, serta mendukung produktivitas pertanian.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa pengiriman kali ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya mengirim 6 ton kompos ke kelompok tani di Bangka Tengah. Kali ini, pengiriman dilakukan untuk memenuhi pesanan kelompok tani di wilayah Bangka sebanyak 6,5 ton.
“Hari ini kami mengirimkan 6,5 ton kompos hasil produksi Warga Binaan. Terima kasih atas bantuan dan dukungan Bapak Gubernur, ini bukti pembinaan kami membuahkan hasil,” ungkapnya.
Sugeng juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami mewakili seluruh petugas dan Warga Binaan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Semoga ke depan Lapas Pangkalpinang dapat terus berkontribusi, tidak hanya untuk daerah tetapi juga untuk Pemasyarakatan seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu Gubernur Hidayat, menyampaikan bahwa pembinaan di Lapas harus terus diperkuat dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia berharap Warga Binaan dibina dengan baik.
“Sebagai pemerintah, apa yang bisa kami bantu akan kami upayakan, agar mereka memiliki kegiatan yang positif dan kesehatan yang baik. Bagaimanapun mereka adalah manusia,” ujarnya.

Ia juga berjanji untuk meningkatkan sarana pendukung di Lapas Pangkalpinang, yang salah satunya penyediakan tangki air. “Kami ingin seluruh Warga Binaan semangat menjalani pembinaan. Pemerintah provinsi juga siap mendukung, termasuk dalam menampung program asimilasi,” tambahnya.
Manager Unit PLTU 3 Bangka, I Gusti Ngurah Putra Astawa, menegaskan komitmen pemanfaatan limbah non-B3 seperti FABA bersama Lapas Pangkalpinang menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk kompos, campuran batako, bahan timbunan/urug, pembuatan terumbu karang dan lain sebagainya.
“Kami berkomitmen mendukung Lapas Pangkalpinang dalam menghadirkan inovasi pemanfaatan FABA, sehingga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular di Bangka Belitung,” harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Pejabat Sekretaris Daerah, Pejabat Eselon II, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung, Plt/Plh jajaran Pemprov, Wakil Walikota Pangkalpinang, Camat Gerunggang, serta Kapolsek Gerunggang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Lapas Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi, dan para pemangku kepentingan dapat terus terjalin dalam mendukung pembinaan Warga Binaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. (kp)







